Pacitan, 12 Desember 2024 – Seni lukis bakar kini semakin digemari di Pacitan, berkat karya luar biasa Supriyadi, warga Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Karyanya yang unik dan menarik kini tak hanya diminati di Pacitan, tetapi juga mulai merambah pasar di berbagai daerah tetangga, seperti Solo, Medan, dan kota lainnya.
Supriyadi, pria berusia 41 tahun, memulai perjalanan seni lukis bakarnya sejak tahun 2020, setelah tertarik dengan karya-karya serupa yang dibuat oleh temannya. Kini, ia telah berhasil mengekspresikan hobinya tersebut dalam bentuk lukisan bakar pada media papan, menciptakan karya seni yang memukau dan penuh makna.

Melukis dengan Pirografi: Keunikan yang Memikat
Melukis menggunakan metode pembakaran atau pirografi bukanlah hal yang mudah. Setiap goresan yang dilakukan memerlukan ketelitian dan kehati-hatian tinggi, karena proses ini tidak bisa diulang. Supriyadi menjelaskan, papan yang sudah dibentuk pola sebelumnya kemudian dipanaskan dengan alat khusus yang menggunakan listrik. “Sekali salah, kita tidak bisa mengulangnya, jadi setiap langkah harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” ujarnya.
Untuk mempercantik hasil karyanya, Supriyadi juga mengarsir beberapa bagian lukisan, memberi kesan lebih realistis dan mendalam pada setiap gambar yang dihasilkan.
Proses Pembuatan yang Memakan Waktu
Setiap karya seni lukis bakar yang dihasilkan Supriyadi membutuhkan waktu yang tak sedikit. Proses pembuatan satu lukisan bisa memakan waktu hingga 24 jam, tergantung tingkat kesulitan dan detail yang ada pada lukisan tersebut. Meskipun memakan waktu yang lama, hasil karya Supriyadi tetap memikat banyak penggemar seni.

Karya yang Mendapat Penghargaan dan Diminati Pasar
Tak hanya memikat masyarakat lokal, karya seni lukis bakar Supriyadi juga sudah merambah pasar di luar Pacitan. Daerah-daerah seperti Solo dan Medan kini juga mulai melirik karya seni ini. Harga untuk satu lukisan bakar dibanderol mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung pada tingkat kerumitan dan ukuran lukisan.
“Seni ini lebih dari sekadar keindahan visual, melainkan juga proses dan kesabaran dalam setiap goresannya. Setiap karya membawa cerita dan nilai artistik yang luar biasa,” ujar Supriyadi, yang juga seorang ayah dari satu anak.
Selain lukisan, di rumah Supriyadi juga terdapat berbagai aksesoris yang ia buat sendiri, menambah nilai seni dalam setiap hasil karyanya. Tak hanya itu, beberapa karyanya juga telah meraih piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan bakatnya dalam dunia seni.
Melangkah Lebih Jauh dalam Dunia Seni
Dengan kecintaan yang mendalam terhadap seni lukis bakar, Supriyadi terus mengembangkan kemampuannya dan berharap karya-karyanya dapat lebih dikenal luas, tidak hanya di Pacitan, tetapi juga di seluruh Indonesia.
Karya seni lukis bakar Supriyadi membuktikan bahwa seni dapat hadir dalam bentuk yang unik dan mempesona, serta terus memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia seni lokal.
Tim Liputan, JTV Pacitan



