PACITAN – Kabupaten Pacitan kembali menyuguhkan pesta rakyat yang memadukan kekayaan budaya dan potensi ekonomi melalui gelaran bertajuk “Rawat Jagat”. Acara yang dipusatkan di kawasan Alun-Alun Pacitan ini berlangsung semarak dan menjadi magnet bagi ribuan warga hingga Sabtu malam.
Tak tanggung-tanggung, panitia menghadirkan empat panggung sekaligus di lokasi acara. Panggung-panggung ini menjadi arena bagi para seniman dari berbagai sanggar seni di Pacitan untuk unjuk gigi, menampilkan keragaman karya mulai dari seni tradisi hingga kontemporer.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan, Muniirul Ichwan, menegaskan bahwa Rawat Jagat bukan sekadar hiburan semata. Lebih dari itu, acara ini adalah bukti nyata bergeliatnya sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) di kota 1001 Goa.
“Di Pacitan ada 17 subsektor ekonomi kreatif, dan salah satu yang terus kita galakkan adalah seni pertunjukan. Harapannya, subsektor pertunjukan ini bisa menjadi lokomotif penggerak bagi subsektor-subsektor lainnya,” ujar Muniirul di sela-sela acara.
Muniirul menambahkan, event seperti Rawat Jagat dirancang untuk menjadi momentum pertumbuhan ekraf daerah. Selain itu, acara ini memberikan ruang apresiasi yang layak bagi seniman dan budayawan agar semakin produktif berkarya, bahkan diharapkan mampu membawa nama Pacitan mendunia.

Sepanjang acara, penonton dimanjakan dengan berbagai macam pertunjukan yang silih berganti mengisi panggung. Antusiasme masyarakat yang memadati Alun-Alun membuktikan bahwa kreativitas dan potensi seni di Pacitan terus tumbuh subur.
Rawat Jagat kini telah menjelma menjadi ikon baru kebanggaan daerah, yang tidak hanya berfungsi sebagai tontonan budaya, tetapi juga roda penggerak ekonomi masyarakat Pacitan.
(Robby Setya/JTV)

