PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan terus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk meningkatkan kesejahteraan buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau. Program ini menjadi salah satu andalan daerah dalam menjaga keberlangsungan sektor pertembakauan sekaligus melindungi para pekerjanya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan Heri Setijono menyampaikan bahwa alokasi DBHCHT tahun ini difokuskan pada bantuan langsung tunai (BLT), jaminan sosial ketenagakerjaan, serta program peningkatan keterampilan bagi buruh rokok.
“DBHCHT kami arahkan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau. Bantuan ini diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Selain BLT, sebagian anggaran juga digunakan untuk mendukung fasilitas kesehatan, peningkatan sarana produksi pertanian tembakau, hingga penguatan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal. Langkah ini dinilai penting agar ekosistem industri hasil tembakau tetap sehat dan berkelanjutan.
Sementara Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pacitan menambahkan, perlindungan terhadap buruh rokok tidak hanya dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga melalui pelatihan keterampilan agar mereka memiliki daya saing.
“Kami ingin buruh rokok memiliki kompetensi tambahan. Jadi, ketika ada dinamika industri, mereka tetap punya peluang kerja yang lebih luas,” katanya.
Pemkab Pacitan juga menegaskan bahwa keberhasilan program DBHCHT sangat bergantung pada optimalnya penerimaan cukai negara. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membeli atau mengedarkan rokok ilegal.
Peredaran rokok tanpa pita cukai, menggunakan pita cukai palsu, bekas, salah peruntukan, atau salah personalisasi merupakan pelanggaran Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Dalam aturan tersebut, pelaku dapat dikenai sanksi pidana dan denda sesuai Pasal 50 dan 54.
Dengan pengelolaan DBHCHT yang tepat sasaran serta dukungan masyarakat dalam memberantas rokok ilegal, diharapkan kesejahteraan buruh rokok di Pacitan dapat terus meningkat dan sektor pertembakauan tetap menjadi penopang ekonomi daerah. (Edwin Adji)

