PACITAN – Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Pacitan tahun 2024 mulai dibahas. Proyeksi pendapatan daerah yang diajukan pemkab disorot legislatif setempat. Mereka menilai terlalu rendah dan seharusnya bisa ditingkatkan.
Pendapatan asli daerah (PAD), misalnya. Diproyeksikan mencapai Rp 209 miliar. Dibandingkan tahun lalu, nilai itu hanya naik Rp 10 miliar. Sementara target PAD tahun ini Rp 199 miliar. ‘’PAD memang diproyeksikan naik,’’ kata Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono Rabu (2/8).
Sementara, pendapatan tranfer di draf KUA-PPAS direncanakan Rp 1,4 triliun. Terdiri dari transfer dari pemerintah pusat Rp 1,3 triliun dan pendapatan transfer antar daerah direncanakan Rp 111 miliar. ‘’Proyeksi pendapatan daerah tahun ini seharusnya menunjukkan optimisme, karena perekonomian Pacitan sudah membaik,’’ ujarnya.

Sedangkan belanja daerah direncanakan Rp 1,6 triliun. Terdiri dari belanja operasional Rp 1,2 triliun, belanja modal Rp 164 miliar, belanja tak terduga Rp 6 miliar dan belanja transfer Rp 266 miliar.
‘’Platform anggaran masih bersifat sementara, bisa naik atau turun seiring belum turunnya DAU (dana alokasi umum),’’ imbuhnya.
Menurut juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pacitan Adi Subroto, rancangan KUA-PPAS 2024 seharusnya menyiratkan kesan optimisme. Pun, lanjut dia, nilainya masih bisa ditingkatkan lagi. ‘’Apalagi kegiatan perekonomian sudah semakin baik pasca pandemi Covid-19,’’ sambungnya.
Ada prioritas pembangunan 2024 yang harus dicapai pemkab. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi 5,24 persen. Tingkat kemiskinan 12,87 persen, indeks pembangunan manusia 71,30 persen. Gini rasia 0,28 persen dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) 1,81 pesen.
‘’Materi tersebut dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan untuk mendukung capaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024,’’ pungkasnya.

Sementara itu Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dalam sambutannya di depan paripurna DPRD setempat mengucapkan terima kasih kepada legislatif yang telah membahas KUA-PPAS. ‘’Saya berharap untuk mendapatkan kesepakatan bersama eksekutif dan legislatif,’’ harapnya.

