Pemburu seragam korpri bisa tersenyum sumringah. Tahun ini, pemkab Pacitan membuka lowongan 1310 calon aparatur sipil negara (CASN). Pun, 1041 diantaranya dialokasikan memenuhi kekurangan guru lewat formasi calon Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK).
Sementara 251 lowongan lainnya, dialokasikan memenuhi kebutuhan tenaga medis. Terakhir 18 formasi dialokasikan untuk tenaga teknis, “secara umum ada tiga formasi itu tahun ini,” papar Kepala BKPPD Pacitan Supomo kemarin (25/5)
Tahun ini lanjut Supomo, Pacitan layaknya ketiban durian runtuh. Formasi PPPK misalnya, dari 1060 usulan BKPPD, nyaris 90 persen di setujui pemerintah. Termasuk tingginya realisasi formasi kebutuhan tenaga kesehatan ditengah pandemi covid-19 belakangan. “Tahun ini formasi guru hanya berasal dari PPPK,” jelasnya.
Dia menambahkan, khusus PPPK usia minimal pendaftaran 20 hingga 59 tahun. Pun, peserta wajib terdaftar di data pokok pendidikan (Dapodik) kementrian pendidikan. Artinya, peserta wajib mengabdi di sekolah sebelum mendaftar. “Untuk PPPK nanti seleksinya dilakukan kemendikbud langsung, kita kebagihan seleksi CPNS nya,” bebernya.
Meski bungah akan tingginya, formasi yang dibuka tahun ini. Namun Supomo berharap ada dana sharing pemerintah pusat khusus pelaksanaan seleksi CPNS mendatang. Terlebih ditengah pandemi saat ini, kebijakan refokusing memangkas dana BKPPD. Pun berbeda dari sebelumnya tes SKD tak bisa lagi dilakukan berbarengan dengan daerah lain. Pandemi ini membuat tes dilakukan didaerah masing-masing. “Tentu kalau pesertanya banyak anggaran kita akan bengkak,” ungkap Supomo.
Supomo menambahkan pembukaan CASN tersebut bakal dimulai dalam waktu dekat. Maksimal sebelum berakhirnya Mei ini. Pun, selain mampu memenuhi kebutuhan pegawai di Pacitan. Lowongan tersebut diharapnya memangkas angka pengangguran di Pacitan. “Kekurangan ASN kita cukup banyak, ribuan baik guru ataupun tenaga teknis dan kesehatan,” terangnya (ed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *