Diterjang badai, sekitar 90 kapal nelayan asal Trenggalek, Jawa Timur dan Cilacap Jawa Tengah, terpaksa harus bersandar di Perairan Teluk Pacitan, Jawa Timur.
Puluhan kapal jenis Skoci tersebut dihantam badai yang saat itu terjadi di tengah lautan. Menurut salah seorang nelayan asal Trenggalek, Noviyan mengatakan, dirinya bersama puluhan kapal nelayan lainnya tersebut saat itu tengah beraktivitas melaut.
Secara tiba tiba angin datang sangat kencang disertai perubahan tinggi gelombamg terjadi sejak tadi malam. Semua nelayan terpaksa harus menghentikan pelayaran dan menepi ke wilayah terdekat yakni Teluk Pacitan.
” Angin datang sangat kencang dan tak lama kemudian gelombang tinggi. Akhirnya kami harus pergi dari lokasi dan berlindung ke teluk Pacitan,” tuturnya.
Peltu Ator Subroto, Kepala Pos Keamanan Laut Terpadu Pelabuhan Tamperan Pacitan membenarkan adanya puluhan kapal nelayan dari Trenggalek dan Cilacap yang Selter menuju teluk pacitan.
Ada sekitar 60 sampai 90 kapal jenis skoci dengan seluruh ABK-nya berlindung demi keselamatan pelayaran. Mereka semua dihantam cuaca ektrem yang saat ini terjadi di perairan tengah laut.
“Ya memang menurut nelayan yang baru saja jangkar, sejak tadi malam mereka di hantam badai angin kencang dan gelombang tinggi saat melaut,” jelasnya.
Adanya badai itu, lanjut Ator, seluruh nelayan ini tidak memungkinkan melakukan pelayaran menuju tempat asalnya Cilacap. Dan memilih menepi mencari tempat perlindungan menunggu cuaca membaik.
“Kami saat ini tengah berusaha mengatur kapal mereka di pelabuhan. Karena kapal kapal itu berjumlah cukup banyak,” pungkasnya.(ed/jtv)

