Perbaikan gizi untuk masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab Pacitan. Masalah stunting misalnya, tersendatnya pertumbuhan bayi imbas minimnya asupan gizi itu justru merangkak naik di Pacitan. Ditahun 2020 tercatat 16,72 persen,pun ditahun 2021 ini naik menjadi 16,77 persen.
Saat meninjau langsung kediaman salah satu keluarga stunting di Kecamatan Bandar,Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengungkapkan , masalah stunting jadi pekerjaan rumah bersama. Tak selalu Dinas Kesehatan setempat, namun Dinas Sosial hingga Dinas Pendidikan pun wajib turut serta. Seperti penyediaan bantuan ekonomi hingga masalah edukasi pencegahan dan pengentasan stunting.
“Menimbang masalah gizi tersebut acap berbading lurus dengan ekonomi masyarakat kita lewat OPD akan lakukan pendampingan, mulai gizinya, sampai ekonomi keluarganya, khususnya yang balita,’’ tegas Aji
Aji berharap ,masalah stunting tersebut dapat dipangkas dalam beberapa tahun kedepan,atau minimal berkurang beberapa persen .
‘”Di dusun Sono, desa Bangunsari, kecamatan Bandar ini saya lihat bagus, walaupun ada indikasi stunting namun keluarganya mau tetap survive,’’ paparnya.
Sementara itu berdasarkan keterangan dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Hendra Purwaka,khusus Kecamatan Bandar dari 995 balita yang diukur, pihaknya mendapati 259 diantaranya dinyatakan stunting. Bahkan sebanyak 70 balita dalam kondisi sangat pendek.Terlepas dari masalah gizi, menurutnya stunting tersebut tak lepas dari kondisi gen masing-masing keluarga.
“Gen itu penentu utamanya, bayi lahir besar atau kecil, tentu dengan gizi yang baik minimal bisa ditingkatkan,’’ tambahnya.(ed)

