PACITAN – Sepanjang tahun 2023, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)mencapai 221 kasus. Meskipun tidak signifikan, akan tetapi angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan pada tahun 2022 lalu yakni 297 temuan kasus DBD.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Pacitan Drg. Nur Farida mengatakan, tidak terjadinya peningkatan kasus pada tahun 2023, karena selain gencar melakukan fogging dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) juga disebabkan musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga dapat mengurai perkembangbiakan nyamuk.
“Jadi kita terakhir fogging di Kecamatan Ngadirojo pada Oktober kemarin, selain itu kemarau di tahun 2023 juga cukup panjang sehingga dapat meminimalisir perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti, ” katanya (09/01/23) kemarin.
Sementara memasuki tahun 2024 yang bertepatan dengan musim penghujan, guna mencegah dan mengantisipasi lonjakan kasus DBD, pihaknya akan gencar melakukan pemberantas sarang nyamuk serta sosialisasi penerapan hidup bersih dan sehat dimasyarakat.
“Untuk 2024 sampai dengan minggu ke 2 kita belum merekap kasus DBD, karena biasanya kita melakukan rekap per bulan, sementara jika ada peningkatan kasus rekap akan dilakukan mingguan, ” paparnya.
Farida menambahkan, penyebab utama keberadaan nyamuk penyebar DBD adalah hidup di lingkungan yang kurang bersih, sehingga penerapan pola hidup sehat sangat penting dilakukan khususnya di tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Karena itu untuk mencegah warga yang terjangkit DBD kita terus mengimbau dan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan melalui 3M plus, yaitu menutup, menguras, dan mengubur, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS, ” pungkasnya. (Edwin Adji/JTV)

