Pacitan,kabarpacitan.net- Presiden RI ke-6 asli kelahiran Pacitan Susilo Bambang Yudhoyono berperan besar atas perkembangan kemajuan Pacitan. SBY adalah pioner perubahan tatanan pembangunan di kota berjuluk 1001 gua.
Pembangunan berskala besar sampai program pemberdayaan masyarakat dipersembahkan SBY untuk Pacitan. Karya emas SBY ini semata bentuk cinta pada masyarakat di kampung halamannya Pacitan.
Hasil karya pembangunan SBY di Pacitan diantaranya adalah Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 10.000 Mega Watt di Kecamatan Sudimoro. Jalur Lintas Selatan, Jalur Pacitan-Ponorogo, serta akses Pacitan-Jogja juga buah karya SBY.
Selanjutnya, Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan, Pembangunan kawasan sport center meliputi GOR, Wisma Atlet, Gedung Pemuda sarana prasarana olahraga serta peningkatan Stadion.
Kemudian, Revitalisasi Pasar Minulyo, Terminal Bus dan Kawasan Bersejarah Panglima Besar Jenderal Sudirman Pakis Baru, serta Penyediaan Air Baku di Kecamatan Pringkuku, Nawangan, dan Donorojo.
Di Bidang Pendidikan, berdiri perguruan tinggi negeri bertaraf nasional, Akademi Komunitas Negeri Pacitan, Rumah Pintar Donorojo dan Ngadirojo, serta pengembangan dan peningkatan lembaga pendidikan setingkat SMK di seluruh kecamatan di Pacitan.
Bidang keagamaan juga tak luput dari sentuhan putra terbaik bangsa kebanggaan masyarakat Pacitan. Ini tampak dari rehabilitas Masjid Agung Darul Falah Pacitan serta Masjid di Kecamatan Tegalombo.
Untuk Optimalisasi potensi wisata, SBY tak sekedar menyediakan sarana prasarana pendukung kawasan wisata. Pria kelahiran Pacitan 9 September 1949 itu mengenalkan Pacitan ke tingkat dunia melalui beragam even Internasional. Satu diantaranya ketika even olahraga selancar di Pantai Pancer Door dan Watu Karung.
Pun dengan produk lokal seperti batik,akik dan kuliner khas ikut dipromosikan ke pasar dunia. Bahkan, secara khusus SBY menciptakan karya lagu berjudul Gunung Limo yang merepresentasikan Pacitan kepada masyarakat secara luas.
Dan karya terbaru SBY adalah Museum Galeri Seni SBY dan Ani di Kelurahan Ploso, Pacitan. Manfaat dari hasil pembangunan SBY ini pun akan dirasakan hingga generasi mendatang. Tak sekedar menambah peluang usaha di Kota Kecil yang semakin terbuka. Perekonomian masyarakat diyakini makin tumbuh pesat.
Menilik berbagai karya besar SBY untuk Pacitan tak ada pilihan selain mengaplikasikan peribahasa Jawa “Mikul Dhuwur Mendhem Jero”. Artinya, menjunjung tinggi derajat dan harkat martabat SBY sebagai orang tua masyarakat Pacitan adalah pilihan bijak untuk semua warga di Pacitan.
“Dulu kita malu mengakui Pacitan. Dan sejak Pak SBY menjadi Presiden semua berubah. Pacitan jadi kebanggaan seluruh masyarakat,” ujar Bupati Pacitan Indartato dalam beberapa kesempatan acara resmi pemerintah.
Lalu, masih pantaskah kita masyarakat Pacitan meragukan komitmen SBY? Mereka yang masih ragu bahkan mempunyai niat untuk mempermalukan SBY di Pacitan hanyalah sekumpulan orang yang haus akan kekuasaan.

