Kementerian Agama Kabupaten Pacitan menggelar pembinaan bagi 671 Aparatur Sipil Negara dari berbagai satuan kerja. Kegiatan berlangsung di Gedung Akademi Komunitas Negeri Pacitan, Selasa siang. Acara ini menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dengan fokus penguatan integritas, etos kerja, serta percepatan program prioritas Kementerian Agama.

Peserta berasal dari pejabat struktural, fungsional, guru madrasah dan PAI, penghulu, penyuluh agama, hingga tenaga teknis. Kegiatan ini menjadi penguatan kapasitas ASN sekaligus upaya peningkatan kualitas layanan publik.
Kepala Kemenag Pacitan, Baharuddin, memaparkan sejumlah capaian strategis tahun 2025. Di antaranya penambahan 170 ASN baru dari formasi CPNS dan P3K. Percepatan sertifikasi tanah wakaf mencapai 316 bidang yang menempatkan Pacitan di peringkat dua tingkat Jawa Timur dan peringkat tiga nasional.
Program gerakan percepatan pencatatan nikah berhasil menurunkan angka nikah belum tercatat dari 147 ribu menjadi sekitar 116 ribu kasus dalam tiga bulan. Pada sektor pendidikan, jumlah peserta didik RA dan madrasah terus meningkat. Kemenag Pacitan juga mengusulkan pembentukan satuan kerja baru berupa MAN, MTsN, dan MIN setelah menerima hibah tanah dari masyarakat di tiga lokasi.
Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, menekankan pentingnya Qolbun Salim atau hati yang bersih dari iri, dengki, dan penyakit hati lainnya sebagai landasan moral ASN. Ia mengingatkan pentingnya keteladanan pimpinan serta keseimbangan raga, rasa, dan pikir agar ASN tetap produktif menghadapi tantangan pelayanan publik.
Pada kesempatan yang sama, Kakanwil menyerahkan secara simbolis SK pengangkatan P3K tahap 2 tahun 2024 kepada 30 ASN baru. Ia berpesan agar ASN P3K menjaga integritas, loyalitas, dan etos kerja.
Dengan pembinaan ini, Kemenag Pacitan berharap seluruh ASN semakin meningkatkan kualitas layanan, mempercepat capaian program prioritas, dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.

