PACITAN – Solidaritas terhadap rakyat Palestina menggema hingga seluruh penjuru dunia. Jemaah salat Jumat di Lingkungan Slagi membaca rapal khusus saat ibadah berjemaah. Itu sebagai doa agar mereka yang terus digempur Israel diberikan kekuatan dan ketabahan.

Seperti hari Jumat biasanya, tempat ibadah di ujung lingkungan padat itu dipenuhi jemaah. Tak hanya warga sekitar, umat Islam yang datang juga berasal dari perkantoran terdekat. Ruangan berukuran 8 x 10 meter itu pun dipenuhi jemaah. Sisanya duduk di teras.

Khutbah dimulai sekitar pukul 11.35 WIB. Itu setelah kumandang azan terdengar menandai dimulainya ibadah. Khutbah berakhir dengan doa dipimpin khatib. Selanjutnya membaca iqamat sebagai penyeru jika Salat Jumat segera dimulai. Jemaah pun serentak berdiri.

“Nanti pada rekaat kedua pada saat i’tidal mari kita baca Qunut Nazilah untuk mendoakan saudara kita di Palestina,” kata Djaenal, imam Masjid Nurul Iman sebelum memulai salat, Jumat (10/11/2023) siang.

Keseluruhan rangkaian Salat Jumat berlangsung khidmat. Bacaan doa Qunut Nazilah diucapkan imam saat berdiri usai rukuk pada rekaat kedua. Selama doa dirapalkan, seluruh jemaah mengangkat tangan. Selanjutnya diteruskan dengan gerakan salat hingga ditutup salam.

Ditemui detikJatim usai salat, Djaenal mengatakan tradisi di masjidnya tersebut mulai dilaksanakan sejak agresi Israel ke Gaza, Sabtu (7/10) lalu. Ini sebagai bentuk belarasa atas tragedi kemanusiaan yang menewaskan ribuan warga Palestina. Di dalam doa juga diselipkan permohonan agar Sang Pencipta memberikan keteguhan dalam Islam, Ihsan, dan berjihad di jalan Allah.

“Tentu saja kita bisa ikut membantu meringankan beban saudara kita di sana (Palestina) dengan harta. Yang tidak kalah penting juga adalah urun (kontribusi) doa,” papar pensiunan pendidik tersebut.

Di luar Salat Jumat, lanjut Djaenal, rapal doa Qunut Nazilah juga dibacakan saat salat Subuh dan Maghrib berjemaah. Pada kedua waktu salat itu juga dilanjutkan dengan taklim. Biasanya kegiatan diakhiri dengan pembacaan Surat At-Tiin sebanyak 11 kali. Ini sebagai wujud permohonan campur tangan Allah untuk perjuangan bangsa Palestina.

“Sesuai imbauan para ulama dunia, kami juga membaca Surat Al-Fiil sebanyak 11 kali selepas (salat) Subuh dan Maghrib,” terang Djaenal.

Reporter : Edwin Adji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *