Penyuluhan masyarakat tentang Hepatitis A
(Foto : kabarpacitan.com)
Pacitan,kabarpacitan.com- Wabah penyakit Hepatitis A mendera ratusan warga di Pacitan. Penularan Hepatitis begitu cepat melalui beragam cara termasuk melalui makanan dan minuman. Lalu apakah berjabat tangan dengan penderita Hepatitis A bisa tertular? Berikut ini penjelasan dr. Wisnu Wijayanto, petugas kesehatan Puskesmas Jetak, Tulakan.
“Penularan Hepatitis A dari tinja atau kotoran yang terinfeksi virus masuk melalui mulut. Sumbernya bisa melalui makanan dan minuman serta peralatan makan yang sudah terkontaminasi virus,” terang dokter muda Puskesmas Tulakan usai memberi penyuluhan pada warga di dua Dusun di Desa Jetak, Pacitan, Senin (1/7) siang.
Sumber penularan lainnya bisa karena kebiasaan buang air besar (BAB) sembarangan, kebersihan yang kurang, dan sumber air yang terkontaminasi. Kemudian potensi penularan melalui jabat tangan dengan penderita Hepatitis cukup terbuka apabila tidak terbiasa hidup bersih serta daya tahan tubuhnya lemah. 
“Penularan melalui jabat tangan itu memang memungkinkan tetapi tidak secara langsung. Potensi penularannya bisa diputus dan dicegah dengan cara cuci tangan pakai sabun serta selalu menjaga kebersihan. Jadi tidak perlu kuatir atau takut kontak langsung dengan penderita hepatitis,” tandasnya.
Anggota DPRD Pacitan, Rudi Handoko, yang ikut dalam sosialisasi itu mendorong penyuluhan langsung ke masyarakat dilakukan secara terus menerus demi memutus rantai penyebaran wabah hepatitis. Menurutnya kesehatan masyarakat merupakan modal penting dalam pembangunan, sehingga perlu mendapat perhatian lebih.
“Wabah penyakit menular ini bukan mainan dan harus disikapi serius dengan langkah penanganan yang cepat, tepat dan akurat. Penyuluhan ke masyarakat seperti hari ini akan sangat efektif mencegah penyebaran semakin meluas,” tegas Anggota Komisi II DPRD Pacitan tersebut.
Penyakit Hepatitis A sampai hari ini belum ada obatnya. Pencegahan paling efektif datang dari pribadi masyarakat masing-masing dengan menjaga pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan.
Penulis : Sujarismanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *