Pacitan,kabarpacitan.net- Pupuk bersubsidi mendadak jadi barang langka saat musim tanam tiba. Masyarakat banyak yang mengeluh karena sulit mendapat pupuk bersubsidi. 

Supriyatin, warga Desa Tambakrejo salah satu warga yang protes terhadap kelangkaan pupuk. Dia bersama dua orang lainnya tak mendapat jatah pupuk bersubsidi karena tak tergabung ke dalam kelompok.

“Saya sudah mengajukan sesuai aturan itu tapi sampai sekarang ini belum bisa membeli pupuk subsidi. Di desa sini hanya 3 orang yang tidak terdaftar dalam kelompok dan tidak mendapat pupuk bersubsidi,” katanya pada wartawan di Balai Desa Tambakrejo Minggu (15/11).

Ketersediaan pupuk kata Atin penting bagi para petani. Apalagi mayoritas masyarakat di wilayahnya berprofesi sebagai petani. Sehingga pupuk seperti kebutuhan pokok saat musim tanam tiba. 

“Pokoknya ya itu bagaimana kami yang petani ini bisa menggarap lahan (pertanian) yang ada kalau pupuknya tidak ada. Masyarakat sini tergantung dari hasil tani jadi saya barharap nanti pupuk dipermudah,” harap Atin.

Keluhan soal pupuk subsidi ini diakui oleh Indrata Nur Bayuaji sebagai salah satu persolan yang harus diperhatikan. Ke depan Aji akan memeriksa ulang data penyaluran pupuk bersubsidi secara komperhensif.

“Kita harus merunut dulu ke kelompok tani dan kebutuhan pupuk yang benar-benar real di Pacitan. Itu yang pertama data harus update pemegang kartu tani juga harus tepat sasaran,” ujar Aji usai kampanye di Desa Sirnoboyo Minggu (15/11) kemarin.

“Kemudian yang kedua komunikasi artinya kita tidak boleh menunggu bola kita harus menjemput bola ke provinsi maupun pusat untuk menarik pupuk tepat waktu karena kebutuhan di Pacitan ini menurut laporan (Dinas Pertanian) tidak kekurangan,” tambahnya.

Pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi menurut Aji juga sangat penting. Pendistribusian yang tepat sasaran disebut akan meminimalisir keluhan masyarakat soal kelangkaan pupuk.

“Yang ketiga kami akan bekerjasama dengan pihak-pihak lain seperti APH (Aparat Penegak Hukum), DPRD untuk melakukan pengawasan dan memastikan penyaluran pupuk tepat waktu dan tepat sasaran,” jelas Aji.

Aji juga merencanakan program jangka panjang dalam penggunaan pupuk organik hasil pengolahan masyarakat. Pupuk kompos itu katanya mempunyai kualitas yang tak berbeda jauh dengan pupuk kimia.

“Untuk jangka panjangnya nanti kita akan mensosialisasikan penggunaan pupuk organik. Sebenarnya pupuk organik ini lebih baik dari pupuk kimia, hanya saja membutuhkan waktu yang lama untuk menikmati hasil. Kita lihat hasil dari pupuk organik ini lebih mahal daripada yang pupuk kimia jadi jangka panjangnya ke arah sana,” pungkas Aji.

Dinas Pertanian Pacitan menyebut jika ketersediaan pupuk subsidi sebenarnya cukup. Tahun 2020 ini disediakan 13.000 ton pupuk jenis urea sedangkan penebusan 1 tahunnya berkisar 9000 ton. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *