PACITAN – Beragam persiapan dan kegiatan pendukung dalam festival Rawat Jagad sudah mulai dilakukan beberapa hari belakangan seiring puncak agenda festival yang akan berlangsung pada Sabtu, 29 Juli 2023 mendatang. Rawat Jagad tahun ini merupakan agenda kedua kalinya, pasca digelar pada tahun kemarin.

Event yang diinisiasi oleh Konsorsium Kangen Pacitan tersebut juga mendapatkan dukungan penuh Pemkab Pacitan serta Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Rawat Jagat ini berangkat dari tradisi masyarakat di Pacitan merayakan syukur kepada sang Pencipta, sekaligus sebagai pengingat untuk merawat dan menjaga keseimbangan alam, ” ujar Abdillah Yusuf Panitia Konsorsium Kangen Pacitan (26/07) sore.

Rawat Jagat nantinya, lanjut Yusuf, akan dikemas dalam bentukĀ festivalĀ sebagai sebuah peristiwa kebudayaan, yang tidak saja untuk menggerakan ekosistem kebudayaan di Pacitan, namun juga menggabungkan tradisi dan kesenian yang dapat menjadi daya tarik semua lapisan masyarakat termasuk wisatawan.

“Banyaknya potensi alam berupa wisata belum mampu meningkatkan okupansi kunjungan, sehingga harus ada event, nah dengan rawat jagad ini diharapkan perputaran ekonomi masyarakat akan tumbuh,” imbuhnya.

Tema Rawat Jagat tahun 2023 merupakan Kirab Panji Desa yang mejadikan simbol budaya di Desa. Kemudian do’a bersama untuk kesejahteraan masyarakat Pacitan, Flashmob Tarian Kethek Ogleng, Blandong Ori dari Kecamatan Bandar, serta beragam seni pertunjukkan lainnya yang akan melibatkan anak sekolah dan masyarakat sekitar.

Disisi lain Pacitan yang memiliki sejumlah potensi kebudayaan, juga potensi alam yang indah. Namun, sebagaimana daerah pesisir selatan laut Jawa lainnya, Pacitan juga berhadapan dengan berbagai potensi bencana alam berupa gempa, tsunami, banjir, dan lainnya.

“Oleh karena itu,Ā festival rawat jagad ini juga bagian dari pengingat potensi bencana yang tentu diharapkan tidak terjadi. Namun semua wajib siap menghadapi segala resiko dan upaya melakukan mitigasi, ” katanya.

a

Disinggung soal anggaran yang digunakan dalam pelaksanaan event Rawat Jagad, pihaknya menampik jika masyarakat berfikir festival tersebut menggunakan dana APBD. Festival tersebut terselenggara berkat kerja keras semua pihak diantaranya mengakses dana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Pertamina, dan sponsor lainnya.

“Terselenggaranya festival ini kita pastikan tak ada kucuran dana dari APBD, sehingga masyarakat tidak usah khawatir karena kita mencoba mandiri, ” pungkasnya.

Reporter : Edwin Adji

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *