PACITAN-Dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu terkahir menyebabkan sejumlah kerusakan di Kabupaten Pacitan, meliputi fasilitas umum, infrastruktur, sarana prasarana, hingga hunian penduduk. Badan Penanggulanan Bencana (BPBD) Kabupaten Pacitan mencatat, kurun waktu bulan Oktober tahun ini se Kabupaten Pacitan, ada sebanyak 915 hunian warga rusak dengan berbagai kategori kerusakan, mulai ringan hingga berat.
“Kalau total semuanya yang terdampak bencana hidrometeorologi, termasuk fasilitas umum dan lain-lain, jumlahnya lebih dari seribu, ” ujar Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko, Rabu (26/10/22).

Lebih lanjut, Erwin mengungkapkan untuk saat ini pihaknya sudah melakukan langkah-langkah kedaruratan. “Penanganan kedaruratan semuanya sudah kami lakukan, tinggal kita akan memikirkan penanganan jangka panjangnya,”imbuhnya.
Sementara, saat peninjauan Bupati Pacitan bersama dengan Forkopimda di Kecamatan Sudimoro, setidaknya ada 11 titik di 6 Desa yang menjadi titik sasaran peninjauan. Mas Aji menyampaikan, usai peninjauan nantinya pemerintah daerah akan melakukan rapat bersama dengan OPD terkait, guna menemukan solusi penanganannya.
“Hari ini saya berkesempatan meninjau langsung kelokasi terdampak bencana di Kecamatan Sudimoro, yang jelas kalau fasilitas umum, infrastruktur, sarana prasarana masih bisa kita perbaiki dengan partisipasi Desa maupun Pemerintah Daerah,” terang Mas Aji.

Sementara itu, terkait dengan penanganan hunian rumah warga terdampak yang sebagian berpotensi relokasi mengingat kondisi bangunan yang sudah tidak memungkinkan, Pemkab masih akan membahasnya lebih dalam.
“Khusus untuk rumah warga ini harus menjadi perhatian serius, karena banyak sekali yang harus difikirkan dan dirumuskan,” tambahnya.
Termasuk relokasi, lanjut mas Aji, disini kami belum kearah sana.” Karena relokasi juga tidak semudah kami menyampaikan, dan harus dengan persetujuan dari pihak terkait dan perencanaan yang matang, “pungkasnya.(ed)

