Siapa sangka ternyata hobi bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Seperti yang dialami oleh Januar hari Prayogo, pelukis muda warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Pacitan ini misalnya.
Berbekal dari hobinya menggambar sejak kecil, kini membuat pria kelahiran 10 Januari 1998 itu meraih kesuksesan dari hasil goresan tangan seninya yang banyak menciptakan lukisan yang mengagumkan.
Putra pasangan dari Agus Salim dan Susiami ini menjelaskan, hobinya tersebut dapat tersalurkan setelah beberapa kali mengikuti perlombaan saat dirinya masih duduk di bangku SLTA.
“Pertama kali saya mendapatkan uang dari hasil lukisan saya itu ketika menjuarai kegiatan lomba melukis, dan itu saya mendapatkan uang pembinaan sebesar 50 ribu rupiah, ” ujarnya (10/06/21) siang.
Meski hanya sebesar 50 ribu rupiah, namun dirinya justru lebih bersemangat dalam mengembangkan bakat yang ia miliki. Alhasil dengan semangat yang tinggi,serta didukung dengan beberapa metode penjualan melalui media sosial, lukisan dari tangan pria yang akrab disapa Prayogo ini pun diminati oleh banyak masyarakat.
Soal penjualan lanjut Prayogo,dirinya sempat terkendala dengan berbagai faktor diawal pandemi tahun lalu. Salah satunya menurunya jumlah pemesan. Namun dirinya tak patah arang untuk menggencarkan penjualan yang membuat peminatnya kembali ramai.
“Ya kalau satu bulan itu saat ini paling banyak pesanan yang masuk sekitar 10 sampai dengan 15 pemesan lah, sementara satu lukisan itu untuk pengerjaanya bisa membutuhkan waktu satu sampai dengan tiga hari, ” imbuhnya.
Untuk lukisan saat ini ia lebih mendominasi sketsa wajah, namun juga mulai mengembangkan lukisan kontemporer dengan berbagai macam bentuk. Tak hanya diatas kertas ataupun kanvas saja, namun ditangan kreatifnya bonsai kelapa pun dapat dibuat lebih menarik dengan berbagai goresan indah.
Tak tanggung-tanggung, kini disela kesibukanya sebagai Mahasiswa disalah satu perguruan tinggi Surabaya itu pun melayani pesanan dari berbagai daerah. Selain masyarakat Jawa Timur, hasil karyanya itu telah merambah ker berbagai Provinsi, seperti Kalimantan, Sumatera, hingga Sulawesi Selatan.
“Kalau bicara soal harga saya menyesuaikan pesanan, mulai dari 250 ribu, hingga 4 juta rupiah tergantung tingkat kesulitanya, ” tukas Prayogo.

