PACITAN – Tahapan pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pacitan masa bakti 2025-2029 memasuki fase krusial. Dua kandidat calon ketua umum, Citra Yulia Margaretha dan Baginda Rahadian Pratama, secara resmi memaparkan visi dan misi mereka di hadapan pengurus cabang olahraga (Cabor) di Wisma Atlet Kabupaten Pacitan, Sabtu (29/11/2025).
Acara penyampaian visi misi ini dibuka dengan penekanan kuat pada nilai sportivitas. Ketua Harian KONI Pacitan, Muchamad Anshari, dalam sambutannya menegaskan bahwa tahapan ini merupakan wujud keterbukaan organisasi.
”Kita ingin proses ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari fairness atau fair play. Kami berharap proses ini berjalan lancar hingga pemilihan tanggal 3 nanti,” ujar Anshari, sembari menyebut pihaknya siap menggelar “karpet merah” bagi ketua terpilih.
Citra Yulia: Tekankan Kemandirian Finansial
Tampil sebagai pemapar visi misi, Citra Yulia Margaretha menawarkan visi mewujudkan olahraga Pacitan yang maju, berdaya saing, dan berprestasi. Dalam paparannya, Citra menyoroti pentingnya transformasi KONI tidak hanya sebagai pengawas, tetapi sebagai mitra strategis bagi Cabor.
Salah satu poin krusial yang ditawarkannya adalah memperkuat sisi pendanaan olahraga. “Misi saya memperkuat kemandirian finansial KONI dengan membangun kerja sama strategis dan membuka peluang sponsorship, agar kegiatan pembinaan tidak semata-mata bergantung pada APBD,” tegas Citra.
Selain itu, ia juga berkomitmen menegakkan tata kelola yang transparan dan akuntabel, di mana setiap penggunaan anggaran dan keputusan program kerja harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baginda Rahadian: Usung Tagline “KONI BISA”
Sementara itu, kandidat Baginda Rahadian Pratama membawa semangat kolaborasi melalui tagline “KONI BISA”, yang merupakan akronim dari Kolaborasi, Profesional, dan Prestasi.
Baginda yang juga Ketua Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Pacitan ini menekankan pentingnya sinergi “segitiga emas” dalam pembinaan olahraga.
”Di sini ada triangle: cabang olahraga, pemerintah/swasta, dan KONI. KONI harus menjadi pendorong agar Cabor berkomunikasi baik dengan pemerintah maupun swasta,” jelas Baginda.
Dalam misinya, Baginda juga fokus pada pembangunan tata kelola organisasi yang solid, penyediaan sarana prasarana, serta mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) olahraga yang terencana dan berkelanjutan.
Kedua kandidat sama-sama menyatakan komitmennya untuk memajukan prestasi olahraga di Kota 1001 Goa. Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) untuk penentuan ketua baru dijadwalkan akan berlangsung pada 3 Desember mendatang.

