PACITAN – SMK Negeri Pringkuku kembali membuktikan kreativitas dan inovasinya lewat ajang “Gelar Potensi SMK Negeri Pringkuku” yang berlangsung meriah di Gedung Gasibu Swadaya Pacitan, Minggu (23/11/2025) malam.
Sorotan utama dalam acara tersebut adalah peluncuran brand busana inklusif bertajuk “Prima Inklusiva”. Karya ini bukan sekadar produk mode biasa, melainkan sebuah terobosan fashion yang dirancang khusus agar bisa dikenakan oleh semua kalangan, tanpa batasan usia maupun kondisi fisik.
Acara dibuka dengan pertunjukan seni karawitan lintas generasi yang melibatkan kolaborasi apik antara guru dan siswa-siswi. Penampilan ini menghadirkan harmoni seni tradisi yang memang menjadi salah satu ciri khas sekolah kejuruan tersebut.

Filosofi di Balik Prima Inklusiva
Produk “Prima Inklusiva” merupakan hasil pengembangan riset dan kreativitas selama kurang lebih satu tahun terakhir. Kepala SMKN Pringkuku, Indra Prastowo, menjelaskan bahwa koleksi ini membawa misi sosial untuk merangkul semua orang.
“Prima Inklusiva bukan hanya sekadar produk mode. Ini adalah gerakan dan ajakan untuk menciptakan dunia mode yang inklusif. Kami ingin setiap individu, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia, dapat merasa nyaman, anggun, dan percaya diri saat mengenakannya,” ujar Indra.
Koleksi ini mengusung konsep Universal Design. Keunggulannya terletak pada potongan yang fleksibel, penggunaan material kain yang ramah kulit, serta detail desain yang memudahkan pengguna. Hal ini membuat busana tersebut praktis digunakan oleh siapa saja, termasuk penyandang disabilitas.
Puncak acara ditandai dengan fashion show yang unik. Para model yang berjalan di catwalk tidak hanya siswa, melainkan juga anak-anak, guru, hingga anak-anak berkebutuhan khusus. Penampilan mereka yang penuh percaya diri sukses memukau para tamu undangan.

Apresiasi Pemerintah dan Legalitas Produk
Keseriusan SMKN Pringkuku dalam mengembangkan produk ini dibuktikan dengan legalitas merek. “Prima Inklusiva” kini telah resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), menegaskan bahwa karya siswa SMK memiliki nilai ekonomi dan perlindungan hukum yang jelas.
Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pacitan, Suhendro, yang hadir dalam acara tersebut memberikan dukungan penuh.
“SMK hari ini harus mampu menciptakan produk yang tidak hanya bernilai kompetensi akademik, tetapi juga harus berdampak sosial bagi masyarakat luas,” tegas Suhendro.
Senada dengan itu, Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Prayitno, turut mengapresiasi langkah SMKN Pringkuku. Ia menyebut peluncuran ini sebagai bukti nyata kontribusi pendidikan vokasi dalam pembangunan daerah yang kreatif dan mandiri.
Lewat “Prima Inklusiva”, SMKN Pringkuku menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya mencetak lulusan terampil, tetapi juga berpihak pada nilai-nilai keberagaman dan kemanusiaan.
(Edwin Adji/JTV)

