PACITAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai wabah penyakit saat musim kemarau. Terutama, penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Mengingat, kasus ISPA saat musim kemarau biasanya meningkat. Dinkes mencatat sejak Januari hingga Agustus sudah ada 9.489 kasus influenza-like illness (ILI).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan Nur Farida mengatakan, menyampaikan, selain ISPA ada sejumlah penyakit yang biasa muncul saat musim kemarau. Diantaranya ILI hingga pneumonia.
“Saat musim kemarau kebanyakan memang batuk pilek karena tanah kering sehingga banyak debu. Selain itu, adanya perubahan suhu dan kelembaban yang akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh,” ujarnya.
Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan hati-hati. Antisipasinya yaitu dengan menggunakan masker, terlebih saat di luar ruang. Karena penyebab penyakitnya adalah virus maka harus meningkatan imun tubuh seperti dengan mengonsumsi vitamin dan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang.
“Kondisi cuaca dingin panas berdebu, makanan terlalu berwarana perubahan suhu dingin juga mempengaruhi ISPA,” paparnya.
Farida memaparkan, ISPA memiliki gejala utama yaitu batuk kering dan demam sekitar 38,5 derajat celcius. Sepanjang tahun ini, sudah ada 9.489 kasus ILI di Kabupaten. Kasus tertinggi terjadi pada bulan Mei yang mencapai 1.900 kasus, atau meningkat 800 kasus dari peride yang sama pada tahun sebelumnya. “Bulan ini menurun ada 177 kasus,”ucapnya.
Reporter : Edwin Adji

