PACITAN – Ribuan buruh tani dan buruh pabrik rokok di Kabupaten Pacitan kini menanti kepastian pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026. Bantuan yang dijadwalkan cair pada semester kedua itu dinilai sangat dibutuhkan, terutama menjelang musim tanam tembakau.
Salah satu buruh tani tembakau di Kecamatan Ngadirojo, Suyati (45), mengaku bantuan tersebut cukup membantu untuk kebutuhan awal musim tanam, seperti pembelian bibit, pupuk, dan ongkos tenaga kerja. “Kalau cairnya pas musim tanam, sangat membantu. Biasanya kebutuhan banyak di awal, sementara hasil panen masih lama,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Hartono, buruh pabrik rokok di wilayah kota. Ia berharap proses verifikasi data tidak menghambat pencairan bantuan. “Yang penting tepat waktu dan tidak ribet prosesnya. Karena Rp 600 ribu itu bisa untuk kebutuhan dapur beberapa minggu,” katanya.
Bagi sebagian calon penerima, nominal Rp 300 ribu per bulan memang tidak sepenuhnya mencukupi kebutuhan hidup. Namun di tengah kondisi ekonomi saat ini, bantuan tersebut tetap dianggap sebagai penopang daya beli.
Selain berharap pencairan tepat waktu, calon penerima juga berharap proses pendataan benar-benar adil dan transparan. Mereka khawatir jika ada perubahan data, justru menggeser penerima lama yang masih membutuhkan. “Semoga yang benar-benar kerja di tembakau dan memang butuh, tetap dapat. Jangan sampai salah sasaran,” tambahnya.
Dengan total 6.016 penerima manfaat, BLT DBHCHT diharapkan tidak hanya menjadi bantuan konsumtif, tetapi juga mampu menopang keberlangsungan sektor pertembakauan di Pacitan. Bagi para buruh dan petani, kepastian waktu pencairan menjadi hal yang paling dinanti agar bantuan benar-benar terasa manfaatnya saat kebutuhan meningkat. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan

