PACITAN – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pacitan, Kamis dini hari, kembali memicu longsornya talud sepanjang kurang lebih 25 meter di Lingkungan Pucangrejo, Kelurahan Pucangsewu, Kecamatan Pacitan. Akibatnya, empat rumah warga berada dalam kondisi rawan dan membutuhkan penanganan segera.
Empat rumah tersebut masing-masing milik Purwadi, Suratno, Edi Santoso, dan Suratman. Posisi talud yang berada tepat di bawah bangunan rumah membuat para penghuni dihantui rasa waswas, terlebih longsor terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap.
Purwadi, Ketua RT 02 setempat, menuturkan longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu hujan turun cukup deras dan berlangsung cukup lama hingga membuat tanah tak lagi mampu menahan debit air.
“Kejadiannya sekitar jam dua dini hari. Waktu itu hujan deras sekali. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras, seperti tanah runtuh. Warga langsung keluar rumah karena takut terjadi longsor susulan,” ujar Purwadi saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurutnya, talud tersebut sebenarnya sudah pernah longsor pada Desember 2025 lalu. Namun hingga kini belum ada perbaikan permanen yang dilakukan, sehingga kondisi tanah di bawah rumah warga semakin tergerus.
“Sejak longsor pertama itu, tanah di bawah rumah sudah mulai terkikis dan makin mendekat ke bangunan. Katanya mau segera diperbaiki, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Bahkan sempat ada saling lempar tanggung jawab, jadi penanganannya terkesan lambat,” tambahnya.
Warga pun menduga lambannya penanganan menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor susulan saat hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut. Mereka khawatir jika tidak segera diperkuat, struktur tanah di sekitar rumah akan semakin labil dan berisiko mengancam keselamatan penghuni.
Sementara itu, pihak kelurahan setempat menyatakan bahwa penanganan sementara akan dilakukan dengan memanfaatkan dana Kelompok Masyarakat (Pokmas). Upaya ini diharapkan bisa menjadi solusi awal untuk mencegah longsor susulan sembari menunggu perbaikan yang lebih permanen.
Warga pun berharap perbaikan dapat segera direalisasikan secara maksimal agar ancaman longsor tidak terus menghantui. “Kami hanya ingin ada penanganan yang serius dan cepat. Kalau dibiarkan, kami takut rumah bisa ikut ambrol. Apalagi sekarang masih musim hujan,” pungkasnya. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan

