PACITAN – Pemerintah Kabupaten Kabupaten Pacitan melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemkab Pacitan. Kegiatan berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (15/01) malam.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Pacitan dan diikuti puluhan pejabat struktural hasil rotasi, promosi, serta pengisian jabatan. Langkah ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi guna meningkatkan efektivitas kinerja birokrasi serta kualitas pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Bupati Pacitan menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme. Para pejabat diminta segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru dan bekerja optimal sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Pada pelantikan tersebut, sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama menempati posisi strategis dilingkungan pemerintah daerah. Yudo Tri Kuncoro dilantik sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah. Muchamad Chusnul Faozi dilantik sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah. Sementara itu, Didik Darmawan dipercaya sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia.
Program integrasi Madin ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan di sekolah formal. Melalui program ini, siswa diharapkan mendapatkan pembekalan agama yang lebih mendalam, pembentukan akhlak mulia, serta penanaman nilai-nilai Islam secara sistematis, sehingga lulusan memiliki dasar spiritual dan moral yang kuat.
Selain itu, integrasi Madin juga menjadi jawaban atas aspirasi orang tua, yang menginginkan keseimbangan antara pendidikan ilmu pengetahuan umum dan pendidikan agama bagi anak-anak mereka. “Dalam pelaksanaannya, konsep integrasi dilakukan melalui kerja sama dengan Madrasah Diniyah yang berada di sekitar sekolah, sehingga tenaga pendidik Madin secara otomatis berasal dari lembaga diniyah setempat, ” imbuhnya.
Pasca pelaksanaan desk evaluasi, Dinas Pendidikan Pacitan berencana mengumpulkan pimpinan Madin, kepala sekolah, serta Ketua FKDT. Pertemuan ini juga akan melibatkan Dinas PPKB dan PPPA, serta institusi Kepolisian. “Tentunya untuk memberikan gambaran dan edukasi terkait fenomena pergaulan anak saat ini, yang menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan pendidikan keagamaan melalui Madin, ” jelasnya.
Dengan program ini, Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. (Edwin Adji)

