PACITAN – Penyakit diare menjangkiti ratusan warga di Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mencatat, kasus diare terjadi secara masif dalam beberapa pekan terakhir dan diduga kuat dipicu oleh buruknya sanitasi lingkungan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Nunuk Irawati menyebutkan, sekitar 30 persen masyarakat di Kecamatan Sudimoro masih memiliki sanitasi yang tidak layak, terutama pada fasilitas toilet keluarga. Kondisi tersebut berpotensi menjadi sumber penyebaran bakteri penyebab diare, terutama saat musim hujan.
βYang memiliki jamban layak itu sekitar 70 persen, dan sebagian warga masih menggunakan jamban tidak sehat serta pengelolaan limbah rumah tangga yang kurang baik. Ini sangat berpengaruh terhadap kualitas kesehatan masyarakat,β ujarnya.
Pihaknya menambahkan, persoalan sanitasi buruk memang masih menjadi tantangan tersendiri di wilayah Sudimoro, terutama di daerah pedesaan dan kawasan dengan keterbatasan akses air bersih. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kesehatan Pacitan telah berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta pemerintah desa, guna mendorong perbaikan fasilitas sanitasi dan peningkatan akses jamban sehat bagi masyarakat.
“Itu memang jadi tantangan tersendiri bagi kami, dan kami dari pemerintah daerah tentu akan terus berupaya agar masyarakat memiliki sanitasi yang layak, ” imbuhnya.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan, ratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Sudimoro terjangkit diare, dengan mayoritas penderita merupakan anak-anak hingga lansia. Sebagian pasien menjalani rawat jalan, sementara lainnya sempat mendapatkan perawatan di puskesmas Sudimoro dan Sukorejo.
Sementara Dinas Kesehatan Pacitan bersama puskesmas terus melakukan penanganan, mulai dari pengobatan pasien, penyelidikan epidemiologi, hingga edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat. Selain itu, petugas juga melakukan klorinasi dan pengambilan sampel air di tiga sumber mata air untuk dilakukan uji laboratorium.
“Masyarakat kita minta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala diare supaya segera terdeteksi guna memutus mata rantai penularannya, ” pungkas Nunuk. (Edwin Adji)

