Pacitan,kabarpacitan.com- Janji pemerintah menjamin stok gas elpiji berukuran 3 kg aman jelang lebaran tak sepenuhnya terbukti. Sejumlah warga mulai mengeluh kesulitan mendapat pasokan gas bersubsidi pada Kamis (30/5) sore.
Sri, salah satu warga di Kelurahan Pacitan, mengaku tidak mendapati gas melon meski sudah berkeliling mendatangi warung pengecer gas elpiji. Kondisi ini dianggap bertolak belakang dengan hari biasanya yang cenderung mudah mendapatkan sumber energi rumah tangga bersubsidi.
“Sudah ada 10 warung penjual gas langganan yang saya datangi tapi (gas 3 kg) kosong semua,” ujar Sri, pedagang kopi di Pacitan.
Ibu 3 anak itu menambahkan, di beberapa tempat pengecer yang ia datangi hanya menyediakan tabung gas elpiji berukuran 7 kg dan 10 kg. Diapun harus pulang dengan tabung gas kosong karena tidak memiliki tabung gas non subsidi.
“Dua tabung kosong saya bawa pulang karena sudah keliling kota Pacitan tidak dapat juga,” tandasnya.
Pemerintah sebelumnya menjanjikan gas elpiji bersubsidi tersedia di pasaran saat Ramadhan dan Idul Fitri. Potensi kelangkaan yang biasa terjadi sudah diantisipasi dengan penambahan alokasi gas elpiji. Namun, kelangkaan gas melon tak bisa dihindari seiring peningkatan permintaan masyarakat.
Penulis : Sujarismanto

