PACITAN,kabarpacitan.net- Cibiran Ahmad Sunhaji pada istri Indrata Nur Bayuaji dan Gagarin jadi perbincangan hangat warga Pacitan. Warga penasaran apa yang melatari mantan Anggota DPRD Pacitan itu mencibir para perempuan yang sesungguhnya sedang mematuhi aturan. 

Dari pengamatan pada video deklarasi srikandi Mbois yang diunggah dalam akun youtube, mulai didapati titik terang. Kuat dugaan Sunhaji melampiaskan kekecewaan pada istri Aji karena kegagalan Profesor Sudijono mendapat rekomendasi Demokrat. 

“Sebenarnya saya ini ingin pensiun dari politik karena saya di politik itu sejak tahun 1992 ketika itu jadi jurkam termuda Partai Golkar. Saya sudah capek dan lelah di dunia politik. Maunya saya Pilkada besok ini saya ingin memposisikan sebagai masyarakat biasa duduk manis menunggu dan melihat siapa yang akan jadi bupati,” kata Sunhaji dikutip dari video pengukuhan srikandi Mbois di salah satu akun youtube. 

“Saat itu saya punya keyakinan kalau Demokrat merekomendasi Profesor Doktor Sudijono Sastroatmodjo maka tinggal menunggu saja pelantikannya. Maka tidak perlu berjuang keras sudah jadi pikir saya maka saya ingin diam di rumah. Tapi Apa yang melatarbelakangi kemudian saya bangkit dari kubur sehingga nafsu saya bangkit (karena Demokrat tidak merekomendasi Prof Sudijono),” imbuhnya.

Dalam video serupa Sunhaji juga mengatakan pilihannya untuk berseberangan dengan Gagarin. Alasannya tidak ada kecocokan antara dirinya dengan Gagarin.

“Demokrat merekomendasi Profesor Sudijono saya disana Demokrat dukung Profesor Sudijono. Jadi tetap Gagarin dimanapun saya harus berseberangan tidak mungkin dalam satu barisan. Kenapa tidak sejalan karena ada historis yang tidak pernah cocok dari aspek manapun dari sisi moralitas ideologi dan orientasi,” tegasnya.

Berkaca dari itu, Agus warga Pacitan menangkap kesan bahwa sikap politik Sunhaji didasari oleh kekecewaan pribadi. Dia berharap masyarakat menggunakan rasionalitas dalam menentukan pilihannya.

“Sangat jelas bahwa langkah politik saudara Sunhaji dilatari oleh kebencian dan rasa sakit hati. Mudah-mudahan masyarakat kita bisa memilah dan memilih mana yang berangkat dari ketulusan dan mana yang karena ambisi politik pribadi,” ujar Agus pada awak media.

Diketahui Ahmad Sunhaji yang merupakan tokoh pendukung Mbois mencibir istri cabup dan cawabup nomor urut 1 pada kegiatan deklarasi Srikandi Mbois Minggu (22/11) kemarin.

Sunhaji terlihat tak memahami aturan PKPU Nomor 10 tahun 2020, Pasal 64 ayat 2 huruf (g) yang berbunyi kegiatan pertemuan bertatap muka dilarang melibatkan bayi, balita, anak-anak, ibu hamil atau menyusui dan orang lanjut usia. Pun dengan larangan ASN berpolitik ditegaskan dalam UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN (IS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *