Gelar panggung hiburan terbuka dalam rangka penanganan Hepatitis A
(Foto : Promo Pemkab)

Pacitan,kabarpacitan.com- Wabah virus hepatitis A melanda sebagian wilayah di Kabupaten Pacitan. Ratusan warga dilaporkan terpapar penyakit menular dalam beberapa pekan terkahir. Besarnya jumlah penderita ini mendorong pemerintah setempat mengambil kebijakan penetapan status KLB (Kejadian Luar Biasa) Hepatitis.

Anehnya ditengah maraknya wabah Hepatitis, Dinas Kesehatan Pacitan malah berencana menggelar panggung hiburan terbuka di alun-alun setempat. Sontak, kegiatan hiburan  yang sedianya dilaksanakan pada Sabtu (29/6) malam besok itu pun mengundang perhatian publik.

“Saya kira tujuan kegiatan mungkin baik tapi tidak tepat sasaran. Warga terpapar terbanyak di Sudimoro kenapa hiburannya di alun-alun? Apa mungkin warga pedesaan datang ke acara untuk mendengarkan penyuluhan pencegahan penyakit hepatitis,” kata Mulyadi, salah seorang Akademisi mempertanyakan efektifitas kegiatan panggung hiburan terbuka dinas kesehatan.

Selain meragukan manfaat positifnya, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi Swasta di Pacitan itu meminta pemerintah mempertimbangkan kembali rencana penyelenggaraan hiburan lawak gareng dan petruk sekaligus campursari Mahameru. Dia kuatir anggaran besar pada even itu akan mubazir begitu saja.

“Dari pada untuk hiburan akan lebih baik jika anggaran kegiatan itu dialihkan untuk kegiatan langsung pada masyarakat. Misalnya penelitian. Manfaatnya jelas selain mengetahui pasti penyebab munculnya penyakit, bisa juga pemetaan daerah potensi terpapar penyakit menular ini,” tambahnya.

Jika dipaksakan tetap digelar, maka sama saja pemerintah menghamburkan uang ditengah pilu warganya. Ini menjadi ironi karena pemerintah selalu mendengungkan tugas utamanya  adalah memberikan pelayanan terbaik bukan menyuguhkan hiburan terbaik.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan jumlah penderita Hepatitis A di Pacitan mencapai 800 orang lebih. Wabah penyakit menular itu tersebar di sejumlah wilayah kecamatan. Diantaranya Sudimoro, Ngadirojo dan Tulakan. Pemerintah resmi menetapkan KLB pada 25 Juni lalu.

Penulis : Sujarismanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *