Pacitan,kabarpacitan.net- Bagi sebagian besar masyarakat tentu sulit untuk menerima sebuah kritikan. Apalagi kritik yang diberikan bukan kritik membangun dan cenderung mengarah pada bully atau hinaan.
Namun, sikap berbeda ditunjukkan Calon Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Meski selama tahapan Pilkada 2020 berlangsung terus mendapat perundungan, pria yang akrab disapa Aji tampak tegar dan sabar.
Bagi Aji, pembicaraan negatif yang sengaja diciptakan hanya dianggap sebagai ujian kesabaran. Dia pun melaluinya dengan tetap bersikap arif dan bijaksana. Aji tetap berbesar hati menerima kritikan sebagai bentuk masukan dan perhatian masyarakat.
“Setiap orang bebas menyampaikan pemikiran. Bagi saya akan lebih baik untuk tidak membicarakan pribadi seseorang. Sehingga saya memilih untuk tidak meladeni pembicaraan itu karena lebih baik untuk berusaha menebar kebaikan,” kata Aji, disela kegiatan padatnya.
Kini sikap sabar mantan Ketua DPRD Pacitan itu malah berubah jadi keuntungan. Buah kesabarannya, keponakan Susilo Bambang Yudhoyono itu pun terus mendapat simpati masyarakat.
Perlahan tapi pasti masyarakat mulai menaruh harapan kepada pria yang akrab disapa Aji untuk memajukan Pacitan. Kesederhanaan dan kedewasaan menghadapi hujatan bukti Aji semakin matang meski baru menginjak usia ke 42 tahun.
“Kritikan dan bullyan hanya akan membuat Mas Aji makin kuat. Kedewasaan dalam menyikapi sesuatu hal jadi jawaban yang tentu tidak diinginkan para pihak yang berseberangan. Itu terlihat sangat jelas dan disaksikan seluruh masyarakat Pacitan ketika debat calon beberapa waktu lalu,” ujar politisi Partai Demokrat, Anung Dwi Ristanto.
Nama Indrata Nur Bayuaji, paling sering disebut dalam tiap diskusi warga selama tahapan tahapan Pemilihan Bupati Wakil Bupati Pacitan tahun 2020 berlangsung. Pembicaraan baik sampai yang terburuk selalu jadi topik hangat dalam perbincangan di ruang publik.
Sebagian warga masih beranggapan bahwa Aji, tak mempunyai kompetensi sebagai seorang pemimpin di tingkat kabupaten. Bahkan, dia dianggap hanya sedang beruntung bisa meraih rekomendasi partai karena faktor keluarga Susilo Bambang Yudhoyono.
Namun, penilaian subyektif terhadap mantan Ketua DPRD Pacitan itu seolah terjawab saat debat publik pertama calon bupati wakil bupati, Selasa (27/10) lalu. Aji, menunjukkan sikap yang lebih dewasa dan tentu di luar harapan lawan politiknya.

