PACITAN – Majelis Semaan Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek terus berkembang di wilayah Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan. Kegiatan rutin yang digelar setiap Jumat Wage itu kini semakin mendapat sambutan luas dari masyarakat.
Pada Jumat, 22 Mei 2026 mendatang, kegiatan akan dipusatkan di Masjid Al Muttaqien, Dusun Kluwih, Kecamatan Tulakan. Majelis tersebut berada di bawah penanggung jawab Mbah Gus Tijani Robert Saifunnawas dan Gus Thuba Topo Broto Maneges.
Sekretaris Majelis Semaan Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek Korcam Tulakan, Rony Panengah menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan semaan Al Qur’an 30 juz.
“Kegiatan di wilayah Tulakan dilaksanakan setiap Jumat Wage. Dimulai dengan tahtimul Qur’an juz 1 sampai 30 mulai ba’da sholat Subuh,” kata Rony.
Menurutnya, kegiatan di Tulakan merupakan bagian dari rangkaian Moloekatan tingkat Korda Pacitan yang rutin digelar setiap Malam Sabtu Pon di Masjid Syech Yahudo, Nogosari, Ngadirojo. Sementara untuk kegiatan pusat dilaksanakan setiap Malam Jumat Legi di Kediri.
Usai semaan Al Qur’an, kegiatan dilanjutkan pada malam hari dengan dzikir bersama atau Dzikrul Ghofilin yang menjadi ciri khas majelis tersebut. Rony menuturkan, istilah “Moloekatan” sendiri memiliki makna mendalam. Kata tersebut merupakan istilah yang kerap digunakan almarhum Gus Miek saat berbincang bersama Mbah Gus Robert dan Mbah Dahnan dari Trenggalek.
“Moloekatan itu bahasa kuno. Artinya ibadah tirakat sederhana namun cepat terbentuknya. Sebuah suluk pengikat dan pengangkat problematika dunia maupun akhirat,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggabungan nama Moloekatan dengan Gus Miek menjadi penegasan bahwa majelis tersebut tetap berpegang pada dawuh dan pakem yang diwariskan sang ulama asal Kediri itu.
“Nama Moloekatan Gus Miek dipakai untuk memperjelas kemurnian dan pakemnya. Gus Miek sebagai pemilik sekaligus penanggung jawab spiritualnya,” imbuh Rony.
Lebih lanjut, Rony menyebut tujuan utama Majelis Sema’an Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin adalah membentuk pribadi yang lebih sadar diri dan mau melakukan introspeksi. “Sebagaimana dawuh Gus Miek, majelis ini bertujuan agar seseorang tau diri, mau koreksi diri, mengenali diri, serta mengakui kekurangan dan dosa-dosanya kepada Allah SWT maupun sesama manusia,” ungkapnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Kluwih, H. Tudjarianto, menyambut antusias rencana kegiatan tersebut. Ia bahkan telah mengumpulkan pengurus masjid dan tokoh masyarakat untuk mendukung kelancaran acara. “Insya Allah warga kami antusias mengikuti kegiatan ini,” tegas pria yang akrab disapa Pak Jari itu.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, baik kaum Muslim maupun Muslimat, untuk hadir mengikuti Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek yang akan digelar di Masjid Al Muttaqien, dekat Tugu Pancasila Dasri, Kluwih, Tulakan. “Mari bersama-sama hadir dan mengikuti dzikir ini. Semoga membawa keberkahan dan ketenangan bagi kita semua,” pungkasnya. (Edwin Adji)

