PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Inspektorat Daerah bekerja sama dengan Polres Pacitan menggelar seminar bertajuk “Rise and Speak” di Gedung Karya Dharma, Kamis (20/11/2025).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 peserta dari gabungan organisasi wanita dan perwakilan pelajar ini bertujuan membangun keberanian kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak, untuk bersuara saat menghadapi ancaman kekerasan maupun potensi tindak pidana korupsi.

Kolaborasi antara Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH) ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yakni akademisi dari UGM, psikolog, serta ahli perlindungan anak dan perempuan. Belajar dari Kasus Tragis

Kepala Inspektorat Pacitan, Mahmud, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari program kerja pengawasan tahunan. Ia menyoroti latar belakang acara ini adalah maraknya kasus tragis yang menimpa perempuan dan anak di berbagai daerah belakangan ini.

“Seperti kasus KDRT yang berujung pembunuhan di Ponorogo, perundungan siswa di Tangerang yang menyebabkan kematian, hingga pembakaran asrama santri di Aceh akibat bullying. Itu semua terjadi karena korban tidak berani bercerita atau melapor, sehingga peristiwa fatal terjadi,” ujar Mahmud.

Melalui seminar ini, pemerintah ingin mendobrak budaya diam dengan membangkitkan keberanian ibu-ibu dan anak-anak untuk curhat dan melapor, serta tidak memendam masalah sendirian.

Peran Istri Mencegah Korupsi

Selain isu kekerasan fisik dan psikis, Mahmud juga menekankan peran vital perempuan dalam pencegahan korupsi di lingkup keluarga. Ia mengimbau para istri agar peka terhadap sumber penghasilan suami dan berani bertanya jika ada ketidakwajaran.

Mahmud memberikan ilustrasi konkret mengenai gaya hidup yang tidak sesuai dengan pendapatan.

“Misalnya seorang pejabat bergaji delapan juta rupiah, tapi mampu membeli perhiasan atau barang mewah setiap bulan. Keberanian seorang istri untuk bertanya ‘Dari mana uang itu?’ menjadi bentuk partisipasi penting dalam mencegah korupsi sejak dari rumah,” tegasnya.

Momentum Hari Antikorupsi

 

Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, yang hadir membuka acara, mengapresiasi tema “Rise and Speak” yang diusung. Menurutnya, ini adalah momentum tepat menyambut peringatan Hari Antikorupsi Sedunia.

“Tema ini tidak hanya relevan dengan pemberantasan korupsi, tetapi juga menyentuh isu HAM dan perlindungan perempuan. Perempuan memiliki peran strategis dalam ketahanan keluarga, maka keberanian mereka bersuara adalah kunci menciptakan masyarakat yang bersih dan berintegritas,” kata Gagarin.

Pemenang Lomba Video Kreatif

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan pemenang lomba video kreatif “Rise and Speak” yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir.

Juara 1: Bhayangkari Pacitan (Judul: “Diam Adalah Maut”)

Juara 2: DPC IWAPI (Judul: “Bunga yang Layu”)

Juara 3: TP PKK (Judul: “Korban”)

Pemkab Pacitan berharap kegiatan ini dapat melahirkan budaya baru di mana masyarakat merasa aman dan didukung untuk melaporkan segala bentuk perlakuan yang merugikan dan melanggar hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *