Pacitan,kabarpacitan.net- Berbagai cara dilakukan demi memenangkan kontestasi Pemilihan Bupati Wakil Bupati Pacitan tahun 2020. Bukan sekedar adu gagasan membangun Pacitan kedepan, tetapi masalah yang tak rasional pun menjadi bahan menjatuhkan lawan. 

Seperti yang terlihat di jejaring sosial media belakangan ini. Sejumlah akun facebook mempersoalkan sebuah baliho Calon Bupati, Indrata Nur Bayuaji yang mencatut nama Susilo Bambang Yudhoyono. Normalnya, baliho yang terpasang setahun lalu sah dan tidak melanggar aturan. Tetapi, karena berbeda pilihan, hal itu dijadikan bahan serangan. 

Menyikapi hal itu, Anung Dwi Ristanto, loyalis Indrata Nur Bayu Aji membeberkan sejarah pemasangan baliho yang disalahartikan jagad sosial media secara gamblang. 

“Sekedar memberitahukan kepada Pak Agung dan juga masyarakat bahwa baliho tersebut sudah satu tahun terpasang di seluruh wilayah Pacitan. Tujuannya sebagai media untuk memperkenalkan diri pada masyarakat secara luas. Selama ini sebagian warga Pacitan mengenal beliau sebagai Putra Bapak Soejono mantan Ketua DPRD dan Mantan Wakil Bupati Pacitan,” ujar Anung.

“Sebagian masyarakat hanya mengenal Mas Aji sebagai Anggota DPRD 3 periode dan juga Ketua DPRD Pacitan 2019-2024. Banyak pula masyarakat yang mengetahui akan hubungan kekeluaragaan antara Mas Aji dan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Dan itu adalah fakta yang tidak bisa diminta karena sudah takdir Yang Maha Kuasa,” tambah politisi Partai Demokrat. 

Menurut Anggota DPRD Pacitan itu, banyak masyarakat Pacitan yang belum mengetahui hubungan keluarga Indrata Nur Bayuaji dan Sby secara pasti. Sehingga penambahan tulisan keponakan Sby itu semata untuk mempertegas sekaligus mempermudah masyarakat untuk mengenal sosok Indrata Nur Bayuaji. 

“Adapun pencatutan nama Bapak Susilo Bambang Yudhoyono ini hanya untuk mempertegas status kekeluargaan antara Mas Aji dan Pak Sby. Sehingga dalam baliho tercantum tulisan keponakan Sby, supaya masyarakat mudah memahami dan mendapatkan jawaban pasti,” tegasnya. 

Legislator dari Daerah Pemilihan 1 Pacitan-Pringkuku itu pun meminta masyarakat untuk tidak lagi menebar kebencian hanya demi ambisi kekuasaan. Berpolitik santun dan tetap menjaga kultur budaya Pacitan, katanya merupakan pilihan yang bijak dalam berkompetisi.

“Kami sadar sebagian warga tidak suka tetapi hubungan kekeluargaan itu fakta dan benar adanya. Untuk itu janganlah menebar hal yang tidak baik karena kita semua adalah saudara. Dan peran Pak Sby juga sangat besar yang sudah memberikan banyak manfaat bagi seluruh masyarakat utamanya tanah kelahirannya Pacitan,” pungkasnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *