Tulakan,kabarpacitan.net- Sepeninggalan Untung Purwati, korban bunuh diri menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Hanya karena asmara,ibu dua anak tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke jurang sedalam 125 meter pada jum’at malam.
Usut punya usut kejadian tersebut berawal saat suami korban yang baru saja datang dari perantauan sekitar 4 hari yang lalu. Diduga sang suami memiliki wanita lain, membuat keluarga mereka mengalami cek-cok.
“Jadi dua hari sebelumnya korban sempat melakukan percobaan bunuh diri, namun bisa di cegah oleh suaminya yang baru saja datang dari merantau, ” ujar Iptu Umaryono, Kapolsek Tulakan(26/09) pagi.
Namun pada jum’at malam, lanjut Iptu Umaryono sekira pukul 18.30 WIB korban menulis pesan singkat diakun story WhatsAppnya dengan isi agar sepeninggalannya nanti dapat membahagiakan suami bersama dengan wanita pilihannya, dan dapat menyayangi kedua anak yang ditinggalkan.
Hanya karena terlibat masalah asmara, membuat korban gelap mata hingga mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke jurang yang berada di belakang rumahnya.
“Saat itu,sang suami sempat mengejar korban yang lari kearah jurang, namun terlambat korban sudah menjatuhkan diri,” imbuh Kapolsek Tulakan.
Diketahui sebelumnya,di duga Terlibat masalah asmara, Ibu rumah tangga warga Desa Jetak, Kecamatan Tulakan,Pacitan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke jurang sedalam ratusan meter pada jum’at malam.Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia karena mengalami luka serius pada bagian kepala, tangan, dan kaki.

