![]() |
| Masjid Setroketipo salah satu bukti penyebaran islam di Pacitan (Foto : Istimewa) |
Meski tidak ada catatan sejarah sebagai sumber rujukan, Masjid Jami Setroketipo di Desa Nanggungan ini dulunya dikenal sebagai Masjid Tiban.
Dikatakan sebagai Masjid Tiban, karena menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Masjid Jami Setroketipo ini berdiri secara tiba-tiba di ladang yang penuh dengan alang-alang dan beratap jerami.
Beberapa bukti sejarah yang sampai kini masih utuh adalah ornamen kubah berupa besi berwarna kuning keemasan. Selain itu, terdapat padasan dan lumpang terbalik tempat wudhu yang dipercaya keramat. Kedua benda yang diperkirakan berusia ratusan tahun itu tak dapat dipindahkan ke tempat lainnya.
Keunikan lain di Masjid Jami Setroketipo adalah beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat yang hendak beribadah. Di antaranya tidak boleh bercanda, berkata kotor, dan dilarang tidur di dalam masjid.
“Konon, jika mitos itu dilanggar, hal buruk akan menimpa takmir masjid dan juga masyarakat,” ujar Basrowi, ustad masjid.
Hingga kini masyarakat setempat menganggap bahwa Masjid Jami Setroketipo sebagai fasilitas ibadah keramat. Bahkan, hanya beberapa orang tertentu saja yang diperbolehkan memimpin pelaksanaan ibadah di Masjid Tiban Setroketipo. Terlebih di sekitar kawasan masjid terdapat sebuah makam tanpa diketahui siapa yang terkubur di dalamnya.
Penulis : Sujarismanto

