Bangku kelas yang ditempati Syarif Hidayat sebelum meninggal 

(Foto : kabarpacitan.com)

Pacitan, kabarpacitan.com- Dunia Pendidikan Kabupaten Pacitan berduka. Seorang pelajar SMA di Kecamatan Punung meninggal dunia. Syarif Hidayat (17) meninggal karena diduga terinveksi virus demam berdarah dengue (DBD). 
Kepergian remaja kelas XI itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat dekat. Pun keluarga besar SMA Negeri 1 Punung. Apalagi korban dari serangan wabah DBD itu dikenal rajin dan tidak pernah bertingkah aneh.
“Sosoknya pendiam. Dia baik kepada semua teman dan guru di sekolah ini. Selain itu almarhum juga dikenal rajin di sekolah,” kata Fexga Pradana, teman kelas korban.
Seluruh rekan Syarif di sekolah terkejut mendengar kabar kepergian putra tunggal Diyono dan Tugati warga Desa Punung, Pacitan. Terlebih selama ini tidak pernah mendengar keluhan gangguan kesehatan dari korban.
“Saat pertama mendengar kabar duka itu saya tidak bisa percaya. Mungkin sudah takdir ya karena selama ini tidak pernah melihat gejala aneh dari kesehatan Syarif,” tambah Fexga.
Dimata para pendidik SMA N 1 Punung, Syarif merupakan siswa yang sopan dan tak pernah berulah macam-macam. Pihak sekolah juga sempat tak percaya karena baru menerima pemberitahuan ijin dari keluarga beberapa hari sebelum korban meninggal dunia. 
“(Korban) itu sopan dan baik kepada siapapun. Kami tidak menyangka secepat itu. Karena sebelumnya mengirim surat ijin tidak masuk sekolah karena alasan sakit demam,” terang Kepala SMAN 1 Punung, Agus Dwi.
Jatuhnya korban jiwa akibat wabah DBD ini sudah sepantasnya mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit perlu dilakukan secara cepat dan efektif.
Reporter : Agung Prawoto
Editor      : Sujarismanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *