kabarpacitan.net- Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak dilaksanakan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama masyarakat pada (07/12/21). Berlokasi di Desa Jatimalang, Kecamatan Arjosari gerakan PSN dan fogging dilakukan guna mengantisipasi merebaknya wabah demam berdarah dan kasus chikungunya seiring musim penghujan.

“Ya wabah demam berdarah dan chikungunya ini sangat berbahaya dan patut diwaspadai, apalagi kasus ini akan mengalami peningkatan seiring musim penghujan seperti saat ini, ” ujar Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji.

Mas Aji, sapaan akbranya itu menambahkan, kegiatan PSN serentak tersebut akan diterapkan diseluruh wilayah Kecamatan selama 4 pekan berturut-turut. Hal itu sebagai upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan dalam meninjaklanjuti perkembangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikunguya. Selain itu, berdasarkan pantauan kabarpacitan.net, orang nomor satu dijajaran Pemerintah Kabupaten Pacitan itu juga menjenguk salah seorang pasien DBD yang menjalani perawatan di Puskesmas Arjosari.

“Tentu gerakan ini harus ditetapkan juga oleh masyarakat, dan menerapkan 3M, yakni Menguras, Menutup, dan Mengubur sebagai langkah menjaga kebersihan lingkungan, karena wabah ini disebabkan oleh nyamuk, ” imbuhnya.

Di Desa Jatimalang sendiri, kurun waktu awal bulan November hingga saat ini sudah terdapat 17 warga yang terserang demam berdarah. Rata-rata para penderita ini mengalami panas demam dan sakit pada sendi tulang mereka.

“Dulu awalnya itu panas demam selama 3 hari, kemudian saya menjalani perawatan di Puskesmas selama satu minggu, selain saya juga ada tetangga yang terkena bahkan sejumlah dari mereka ada yang baru saja masuk di RSUD, ” jelas Susanti warga setempat, sekaligus mantan penderita DBD.

Terpisah, berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan,sejak awal bulan Januari hingga memasuki akhir tahun 2021, kasus DBD sudah mencapai 122 kasus, bahkan 1 pasien meninggal dunia di bulan April lalu.

“Sebagian besar sudah sembuh, hanya terdapat beberapa pasien yang masih menjalani perawatan di Puskesmas dan Rumah Sakit, ” jelas Plt. Kadinkes Pacitan, dr. Hendra Purwaka.

Pihaknya juga tak memungkiri, kasus DBD ini selalu merebak di Kabupaten Pacitan, utamanya saat musim penghujan, “Memang seiring musim penghujan setiap tahunya, kasus demam berdarah ini selalu ada di Pacitan, sehingga kita melakukan gerakan PSN dan fogging ini, dengan harapan tidak sampai menyebar lebih luas lagi, ” pugkasnya. (ed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *